
Sumur Resapan dari Bambu, sebagai salah satu model Sumur Resapan Individu untuk daerah Pedesaan.
Masyarakat pedesaan umumnya
memiliki taraf ekonomi dan pendidikan yang rendah. Mayoritas
penduduknya bergerak di bidang agraris atau pertanian. Oleh karena itu,
sumur resapan untuk daerah pedesaan perlu dibuat sederhana. Bahan-bahan
yang dipakai harus murah dan mudah didapat di lokasi sehingga mudah
diterima dan diterapkan oleh masyarakat.
Desa
yang memiliki banyak tanaman bambu dapat mengembangkan model sumur
resapan dari bambu yang dianyam. Sementara itu, untuk daerah yang banyak
batu-batuan dapat dibuat model sumur resapan dengan bahan kerikil atau
batu besar yang dipecahkan.
Alat-alat yang
digunakan dalam pembuatan sumur resapan di pedesaan juga tergolong amat
sederhana. Alat tersebut antara lain gergaji, golok, palu, ember,
ayakan, pasir, kampak, cangkul, linggis, serta sekop.
Model
sumur resapan di pedesaan dapat pula dipadukan dengan usaha pertanian.
Melalui pola ini dapat dikembangkan konsep usaha tani konservasi yang
berfungsi ganda dalam peningkatan hasil pertanian dan dalam rangka
konservasi air.
Seperti halnya sumur resapan di
daerah perkotaan, sumur resapan pedesaan pun ada yang berupa sumur
resapan individu dan sumur resapan kolektif.
Sumur Resapan Pedesaan Individual
Beberapa
model sumur resapan individu untuk daerah pedesaan antara lain adalah
sumur resapan dari bambu dan sumur resapan dengan lubang kerikil serta
lubang resapan biopori (LRB).
- Sumur Resapan dari Bambu

Gambar 1. Konstruksi sumur resapan dari bambu.
Sumur
resapan bambu merupakan sumur resapan yang dindingnya terbuat dari
anyaman bambu. Tata letak sumur resapan bambu secara umum sama dengan
sumur resapan individu dari beton yang diterapkan untuk masyarakat
perkotaan. Hal utama yang perlu diperhatikan adalah jaraknya dengan
bangunan lain. Misalnya jarak minimal dengan sumur air minum adalah 10
m, dengan pohon 1,5 m, dengan rumah 3 m, dari jalan 1,5 m, dan jauh dari
kali.
Konstruksi
sumur resapan ini dibuat dari anyaman bambu berbentuk lingkaran dengan
diameter 1 m dan tinggi 2 m. Saluran air dibuat dari parit-parit yang
diarahkan ke sumur resapan dan dilengkapi dengan saringan sampah serta
penyadap lumpur. Untuk keamanan, bagian anyaman ditinggikan 50 cm dari
permukaan air tanah dan dilengkapi dengan penutup. Sumur resapan dari
bambu ini membutuhkan bahan berupa, bambu tua berukuran besar (diameter
7-10 cm). Selain itu, juga dibutuhkan kerikil 1 m3 untuk sekeliling anyaman bambu.
Langkah-langkah pembuatan sumur resapan dari bambu adalah sebagai berikut.
![]() |
|
![]() |
|
![]() |
|
![]() |
|
![]() |
|
![]() |
|
![]() |
|
![]() |
|
![]() |
|
- Sumur Resapan dengan Lubang Kerikil
Untuk
lokasi yang sulit mendapatkan bambu, tetapi banyak batu atau kerikil
dapat dibuat sumur resapan dari kerikil. Kerikil yang digunakan dapat
berukuran 2-20 mm. Alternatif lainnya adalah batuan yang besar
dipecahkan menjadi ukuran kerikil. Jumlah kerikil yang dibutuhkan
sekitar 2 m3.
Cara pembuatan sumur
resapan ini seperti model sumur resapan bambu, hanya lubang yang telah
dibuat kemudian diisi kerikil. Air dari atap diarahkan menuju sumur
resapan tersebut. Cara ini lebih mudah dan sederhana, tetapi daya
tampungnya sedikit dan ada kemungkinan tertutupi. Untuk memudahkan dalam
pembuatan, di bawah ini diuraikan langkah-langkahnya.
![]() |
|
![]() |
|
![]() |
|
Gambar lengkap dari sumur resapan dengan menggunakan bahan kerikil seperti pada Gambar 2.

Gambar 2. Model sumur resapan dengan lubang kerikil.
- Lubang Resapan Biopori
Meskipun
akhir-akhir ini lebih banyak berkembang di daerah perkotaan, lubang
resapan biopori sebenarnya juga dapat dikembangkan sebagai alternatif
sumur resapan individual untuk daerah pedesaan. Hal ini disebabkan oleh
teknik pembuatannya yang sederhana sesuai dengan prinsip pembuatan sumur
resapan untuk daerah pedesaan. Selain itu, pembuatan lubang resapan
biopori tidak membutuhkan terlalu banyak bahan dan peralatan.
Kegiatan
pertanian masih cenderung mendominasi daerah pedesaan. Oleh karena itu,
limbah atau sisa hasil kegiatan pertanian dapat dimanfaatkan sebagai
bahan organik untuk mengisi lubang resapan biopori. Sementara itu,
peralatan utama yang dibutuhkan dalam membuat LRB adalah bor tanah atau
bor biopori. Untuk menghemat biaya, bor ini dapat dibeli dari iuran
warga dan digunakan secara bergantian (misalnya, satu bor untuk satu RT
atau RW).
Adapun teknik pembuatan LRB untuk
daerah pedesaan sama dengan yang telah dijelaskan sebelumnya pada bab
sumur resapan individual untuk daerah perkotaan.
sumber : http://civiliana.blogspot.com/












Tidak ada komentar:
Posting Komentar